Percakapan Blog

Just another WordPress.com weblog

FORUM PERCAKAPAN IV – Mari Bicara Jakarta!

Mari Bicara Jakarta!

Ada yang lain dari forum PERCAKAPAN terakhir, 20 Agustus 2009 lalu. Jika empat topik sebelumnya berkisar pada isu-isu berskala nasional, maka yang diangkat kali ini adalah persoalan keseharian warga kota Jakarta. Menghadirkan Marco Kusumawijaya – arsitek dan pengamat masalah perkotaan, sesi PERCAKAPAN mengambil tajuk: ‘Prakarsa Warga dan Visi Jakarta’.

Atmosfir diskusi tidak kalah hangat dibandingkan sesi-sesi terdahulu. Padahal, acara sempat mundur sekitar tiga puluh menit dari jadwal yang telah ditentukan. Kemacetan yang tiap hari menghiasi Ibukota semakin menjadi-jadi menjelang dimulainya bulan Ramadhan. Sejumlah undangan pun mengirim pesan pendek atas keterlambatan hadir. Hal yang membuat topik pagi itu menjadi semakin berarti.

Di awal paparannya, Marco memperkenalkan kehadiran situs http://www.rujak.com. Situs ini mengangkat isu-isu yang dihadapi warga Jakarta, serta bagaimana inisiatif mereka menjadikan lingkungannya agar menjadi lebih baik dan nyaman. Bersama sejumlah rekannya (Meutia Chaerani, Satya Witoelar, Cecil Mariani, Andrea Fitrianto, Armely Meiviana, Elisa Sutanudjaja, dan Marini Widowati), Marco membangun rujak sebagai alternatif ruang publik bagi warga Jakarta untuk membagi ide, pengetahuan dan tip-tip praktis. Rujak adalah bentuk konkrit partisipasi warga untuk menciptakan Jakarta sebagai kota metropolis berkelanjutan.

Karena isinya yang beragam itulah, maka lantas situs ini diberi nama rujak, makanan yang menurut Marco adalah salah satu pusaka bangsa Indonesia. Ibarat rujak yang terdiri dari bermacam-macam buah, Marco berharap situs ini bisa menjadi ‘makanan’ menyehatkan dan ramah lingkungan. Dalam rujak, semua warga baik secara individual maupun kolektif, diberi kesempatan untuk mempublikasi ide serta tindakan-tindakan yang telah dilakukan. Semua bertujuan membuat Jakarta lebih baik. “Sekarang ini saatnya kita tidak hanya kampanye, tetapi mulai melakukan sesuatu. Everyone is invited,” ujar Marco.

Marco sadar bahwa perubahan dapat efektif bergulir di masyarakat bila terjadi secara kolektif. Melalui rujak, diharapkan terjadinya saling tukar gagasan dan pengalaman perihal berbagai tindakan dan upaya menjadikan Jakarta lebih baik. Dalam rubrik Tip misalnya, beragam artikel menginformasikan berbagai upaya ramah lingkungan, seperti langkah-langkah memanfaatkan kertas bekas, informasi tentang peringatan bahaya tas plastik kresek, serta tips bersepeda di jalanan Jakarta. “ Rujak telah diakses 3.000 orang sejak dua bulan lalu. Tiap hari ada 25 sampai 50 penguna internet yang masuk,” kata Marco.

Selanjutnya Marco menyoroti perubahan demografi penduduk Jakarta yang semakin menumpuk ke daerah penyangga: Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang yang membawa implikasi semakin rumitnya pengelolaan transportasi publik. Masalah lain yang diangkatnya adalah kanal-kanal kota yang tidak memadai perawatannya. Padahal kalau saja seluruh kanal yang ada dipelihara dengan baik, petaka banjir tahunan bisa diatasi.

Sama seperti sesi-sesi sebelumnya, PERCAKAPAN kali ini juga dibuka dengan menyanyikan bersama-sama lagu kebangsaan Indonesia Raya. Karena masih dalam suasana Hari Proklamasi, maka ada yang khusus pada forum kali ini. Kelompok vokal Dimensioner Voices tampil memukau para undangan. Mereka membawakan tiga buah lagu wajib, yaitu ‘Padamu Negeri,’ ‘Satu Nusa Satu Bangsa,’ dan ‘Tanah Airku’ secara acapella. Ke-5 anggota Dimensioner Voices adalah para konsultan Daya Dimensi Indonesia: Aloysia Alfra Phalestie, Dadan Sukma, Marika Indrainy, Diah Arum Witasari, dan Ario Bimo, yang ternyata tak hanya menguasai topik-topik pengembangan SDM tapi juga bersuara bak buluh perindu!

Pada acara diskusi interaktif yang dipandu oleh Deputi Direktur DDI Rainier Turangan ini juga dibagikan sebuah buku karya Marco Kusumawijaya berjudul ‘Jakarta. Metropolis Tunggang-Langgang’ kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam buku setebal 231 halaman ini, Marco menguraikan tentang carut marut pengelolaan Jakarta sebagai kota metropolitan yang sekaligus adalah jelmaan sebuah ‘kampung’ raksasa.

PERCAKAPAN hari itu terasa hangat dan bernas. Terima kasih, Bung Marco, yang tampil dengan fasih dan menarik – menggugah kita semua untuk turut memberikan sumbangsih untuk perbaikan Jakarta. (Teguh A).

1 Comment»

  Cranbro wrote @

Hi, just stumbled across this place on Google. Nice to be here.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: