Percakapan Blog

Just another WordPress.com weblog

FORUM PERCAKAPAN XIV – Ekonomi Hijau untuk Indonesia Lebih Baik

Isu peduli lingkungan bukan sekadar tren gaya hidup musiman. Itu sudah menjadi sebuah ‘ideologi’ – yang mengatur seluruh gerak hidup seseorang. Para dimensioner – begitu biasa staf dan associated Daya Dimensi Indonesia dipanggil, beserta para mitra bisnis, patut bersyukur mendengar ide-ide besar langsung dari Emil Salim. Bincang-bincang santai tapi serius dalam ‘Forum Percakapan’ Senin 26 Juli 2010 itu berlangsung hampir dua jam. Namun, tidak semua audience yang mengacungkan tangan, mendapatkan kesempatan untuk bertanya atau melontarkan pandangan, menanggapi ceramah Pak Emil.

Guru besar emeritus FE UI itu tetap konsisten dengan ide besar pembangunan yang tidak semata-mata mengejar pertumbuhan. Bagi ilmuan yang tetap dipercaya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 10 April 2007 itu, pertumbuhan ekonomi yang tinggi hendaknya dicapai tanpa merusak lingkungan. Ia menegaskan paradigma pembangunan di Indonesia harus dirubah. Tidak hanya berdasarkan pendekatan ekonomi tetapi juga menggunakan pendekatan ekosistem berbasis keanekeragaman alam budaya dan sistem sosial. “Jangan robek bangunan jejaring tersebut,” tegas Menteri Perhubungan dan Menteri Lingkungan Hidup di era Presiden Seoharto itu.

Dipandu Associate Director DDI Rainier Turangan, pria kelahiran Lahat – Sumatera Selatan, 8 Juni 1930 itu, begitu fasih menguraikan butir-butir pemikiran bernas bagaimana memperkokoh bangunan Indonesia sebagai bangsa majemuk. Pemikiran Emil tidak hanya men-copy paste pandangan ilmuan lain. Jika dicermati dengan benar, pandangan-pandangan Emil tersebut mencerminkan kekayaan pengalaman praktisnya nya di jajaran birokrat sejak akhir dekade 1960an.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di garis khatulistiwa dan di antara dua benua, keunggulan Indonesia, menurut Emil, ada pada kebhinekaan bangsa ini. Bangsa ini begitu unik karena memiliki budaya beraneka ragam. Tiap suku bangsa memiliki tata cara hidup sendiri. Itu tampak dari budaya, kain, seni, dan sebagainya. ‘’Ini semua adalah pangkal dari tumbuhnya industri kreatif, “ paparnya.

Kekayaan bangsa Indonesia tersebut, papar Emil, sayangnya belum semua dioptimalkan menjadi kekayaan yang bernilai ekonomi tambah yang tinggi. Kekayaan keanekaragaman sumber alam hayati masih banyak yang belum digali oleh bangsa Indonesia. Padahal, itu semua menjadi sumber industri untuk farmasi, kosmetika, pangan, dan produk organik. Ia lalu mengambil contoh pengalaman masyarakat terpencil di Putussibau Kalimantan Barat. Masyarakat tersebut menggunakan penggobatan dengan lintah atau pacet untuk menyembuhkan penyakit sakit kepala. “Ilmu pengetahuan modern ternyata membuktikan lintah mampu menghasilkan zat kimia yang dapat mencairkan koagulasi sel darah manusia,” ungkapnya.

Mantan menteri Perhubungan tersebut juga mengingatkan agar bangsa ini membenahi sistem angkutan sebagai bagian penting dari pembangunan Indonesai sebagai satu bangsa (nation building). Konektivitas adalah kata kunci dan Indonesia bukan hanya Jakarta dan Jawa. Emil mengingatkan yang menyatukan bangsa Indonesia adalah bukan genetk tetapi mobilitas antar penduduk. “Sayangnya, penerbangan dan pelayaran perintis cenderung diabaikan. Perusahaan transportasi cenderung hanya melayani daerah-daerah gemuk,” keluhnya.

Peserta ‘Percakapan’ kali ini juga mendapatkan souvenir menarik. Masing-masing mendapatkan buku karya Emil Salim ‘Ratusan Bangsa Merusak Satu Bumi’. Dalam buku tersebut Emil memaparkan, bagaimana dalam 200 tahun terakhir, seluruh negara di dunia membangun dengan merusak satu-satunya Bumi. Pembakaran karbon dari minyak bumi dan gas meningkatkan kandungan gas rumah kaca (GRK) dari hanya 280 ppm pada masa sebelum revolusi industri (1780) menjadi 380 ppm. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan salah satu persoalan yang diwacanakan Emil Salim dalam buku ini. (Teguh A.)

Silahkan klik video

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: