Percakapan Blog

Just another WordPress.com weblog

FORUM PERCAKAPAN XVIII – Membangun Kepemimpinan yang Efektif

Selalu ada insight segar dari cerita seorang maestro bisnis. Itu rasanya juga dirasakan para undangan ‘Forum Percakapan’ edisi 21 April 2011 lalu. Menghadirkan Hilmi Panigoro – CEO Medco Energy yang kini menduduki pos President Commissioner pada perusahaan yang sama, audience dari kalangan bisnis dan profesional dipastikan tetap dapat menyerap ide dan pemikiran segar sebagai inspirasi mengelola usaha dengan baik.

Dipandu moderator Hatta Triangga – Head of Account Executive Manager DDI, Pak Hilmi membagi value (nilai-nilai) yang ia rumuskan dari pengalaman panjang mengelola bisnis, baik ketika menjadi profesional di HUFFCO/VICO hingga CEO Medco Energy. Intisari value inilah yang kemudian menjadi landasan kuat bagaimana alumnus dari Jurusan Geologi Institut Teknologi Bandung (1981) tersebut mampu membangun kepemimpinan (leadership) secara efektif di Medco. “Melihat partisipan yang hadir di DDI, ibarat menggarami air laut. Namun, apa yang akan saya uraikan lebih berdasarkan pengalaman hidup, baik berkaitan masalah leading atau manajerial,” ungkap peraih MBA dari Thunderbird University Arizona (AS) dan Colorado School of Mines (AS) ini.

Kemampuan leadership Pak Hilmi bukan datang tiba-tiba. Ia tidak tahu persis kapan itu muncul pertama kali. Namun, ia ingat ketika menjadi mahasiswa di ITB pada 1975, ia mampu memotivasi puluhan teman-teman kampusnya membentuk kelompok musik gitar klasik dalam satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Maklum, Pak Hilmi sempat ingin menjadi pemusik klasik profesional. Tidak heran jika dalam satu semester, ia sempat hanya mengambil dua kredit. Tujuannya untuk memuaskan bermain gitar klasik selama tujuh jam sehari. “ Pak Joko – salah seorang dosen saya, mengingatkan untuk lebih serius menyelesaikan perkuliahannya di ITB karena menjadi musisi klasik tidak bisa menjadi duit,” paparnya.

Di akhir tahun, UKM gitar klasik tersebut kemudian menunjukkan kemampuannya setelah berbulan-bulan berlatih keras. Bermula dari UKM inilah, Pak Hilmi belajar mengorganisasi dan memotivasi teman-temannya. “Mereka saya beri partitur musik. Saya juga heran, teman-teman saya adalah mahasiswa yang rajin-rajin belajar tetapi dengan gembira berlatih sebaik mungkin walau tanpa dibayar. Setelah setahun, kita show di TIM dan sukses.”

Kepemimpinan saat mahasiswa begitu berkesan bagi Pak Hilmi. Tanpa disadari, ini menjadi bekal berharga untuk memimpin organisasi bisnis, baik sebagai profesional maupun CEO Medco Energi. Dari pengalaman panjang itulah, ia menyimpulkan apakah mengelola UKM atau perusahaan, pada dasarnya adalah sama, yaitu bagaimana mempengaruhi orang lain untuk bekerja bersama-sama untuk mencapai satu tujuan bersama. Untuk itu diperlukan kepemimpinan yang hakibatnya adalah membangun budaya yang tepat, agar tujuan organisasi tercapai.

Berawal dari sebuah perusahaan jasa kontraktor swasta bidang pengeboran minyak dan gas bumi di daratan (on shore drilling), Meta Epsi Pribumi Drilling Co. (Medco) yang didirikan Arifin Panigoro pada 13 Desember 1980, melesat menjadi salah satu perusahaan migas nasional yang tangguh. Saat ini Medco Energi beroperasi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga memiliki konsesi eksplorasi di luar negeri, yaitu Oman, Libya, Tunisia, Yaman, dan Amerika Serikat.

Di awal pembangunan Medco, ketika jumlah karyawan baru sekitar lima puluh orang, Pak Hilmi mengungkapkan, perusahaan ini dikelola secara kekeluargaan. Seluruh karyawan kenal satu sama lainnya sehingga koordinasi dan komunikasi begitu fleksibel. “Perusahaan benar-benar dikelola secara total football,” urainya. Namun, ketika Medco membesar hingga jjumlah karyawan mencapai lebih dari empat belas ribu orang, maka cara lama tidak bisa dilaksanakan kembali. Untuk organisasi sebesar Medco Energy dimana unsur keselamatan kerja sangat penting, maka hal utama yang harus dibangun adalah membangun budaya perusahaan yang tepat sehingga karyawan yang begitu banyak dapat bekerja untuk mencapai tujuan bersama, walaupun mungkin mereka tidak saling kenal. Apalagi mereka berasal dari berbagai bangsa dengan latar belakang budaya yang berbeda. Membangun kepemimpinan yang efektif adalah jawaban tantangan tersebut.

Dasar kepemimpinan, menurut Pak Hilmi, adalah bagaimana membangun visi perusahan dan menggerakkan semua orang yang terlibat agar bergairah mewujudkan visi perusahaan tersebut. Setelah bertahun-tahun mengelola Medco, termasuk mengakuisisi sejumlah perusahaan yang masing-masing memiliki nilai–nilai berbeda, Pak Hilmi menyimpulkan empat nilai dasar yang harus ia kembangkan dan menjadi budaya kerja di Medco Energy. Empat nilai mendasar inilah yang diperlukan agar Medco Energy menjadi perusahaan energi yang tangguh. Keempat nilai dasar itu adalah: 1) Profesionalisme (tahu apa yang dikerjakan dan cara mencapai tujuan tersebut, 2) Etika (tidak ada kompromi terhadap segala hal yang berkaitan dengan keselamatan perusahaan), 3) Keterbukaan, dan 4) Inovasi dan kreativitas.

Nilai-nilai inilah yang terus diperkuat di kelompok usaha Medco. Perusahaan telah membentuk satu gugus tugas, semacan tim energizer yang terus menerus menularkan keempat nilai di atas. Medco juga telah merancang leadership develoment program, termasuk mekanisme untuk mengidentifikasi para leader potensial di Medco di masa mendatang. “Pada RUPS tahun ini akan diputuskan jabatan baru HR akan setingkat Direktur. Ini adalah level tertinggi,” ungkapnya. (Teguh Apriliyanto)

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: