Percakapan Blog

Just another WordPress.com weblog

FORUM PERCAKAPAN XIX – Politik Budaya Seni Pertunjukan Indonesia

Setelah absen tiga bulan, ‘Forum Percakapan’ – perbincangan informal antar profesional, kembali digelar di Lounge Leadership, Kantor DDI Mega Kuningan 28 Juli 2011. Dipandu founder dan Komisaris DDI, Dr. Rozan Anwar, Forum menghadirkan Julianti Lakshmi Parani, Ph.D.; mengangkat tema: “Seni Pertunjukan Indonesia: Suatu Politik Budaya.”

Ibu Julian adalah sosok budayawan lengkap. Ia balerina dan koreografer terkenal seangkatan Farida Faisol. Juga tercatat sebagai pelaku aktif di balik berdirinya Pusat Kesenian Jakarta – Taman Ismail Marzuki. Selain sebagai pendidik atau dosen di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), ia juga aktif meneliti sejarah Indonesia di Arsip Nasional (1980 -1995). Sebagai pembina kesenian Betawi, kontribusinya cukup bermakna dalam mengembangkan kebudayaan Betawi. Atas dedikasinya tersebut, Pemda DKI Jakarta memberikan penghargaan pada 25 September 2010.

Usia yang telah memasuki dekade ketujuh tidak menghentikan Ibu Julian berkarya. Peraih gelar doktor dari South East Asia Study Program, National University Singapore tersebut, tetap tercatat sebagai peneliti independen sekaligus pengajar di IKJ dan Program Pascasarnaja Urban Art IKJ dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Para profesional – yang sebagian besar berasal dari kalangan bisnis, yang hadir dalam “Percakapan” rasanya terbuka akan pentingnya sebuah bentuk kesenian. Membandingkan kondisi negeri mini Singapura dengan Indonesia, rasanya menyadarkan mereka bahwa perhatian pemerintah masih belum cukup serius memperhatikan kebudayaan. Kepemerintahan negeri ini rasanya belum memiliki politik kebudayaan yang jelas. Bandingkan dengan Singapura yang berambisi menjadi pusat budaya Asia. Sejumlah gedung pertunjukan kelas dunia hadir di negeri kota itu.

Menjawab pertanyaan peserta ‘Forum’ tentang apa politik budaya pemerintahan SBY saat ini, Ibu Julian terdiam sejenak. Ia pun dengan lugas menjawab: “Rasanya jaman dulu itu lebih baik. Saya mengkritik politik kebudayaan jaman Soeharto atau jaman Orba; namun setelah reformasi perkembangan kebudayaan banyak kemunduran karena menjadi bagian pariwisata.”

Kebudayaan, bagi Ibu Julian, hakekatnya tidak semata-mata menjadi bagian dari pariwisata. Pariwisata ada produk service sementara kebudayaan lebih bersifat spiritual dan kepribadian bangsa.”Bukannya tidak boleh, tetapi kebudayaan tidak semata-mata menjadi produk pariwisata,” harapnya.

Di mata Bu Julian, sebuah karya seni tari tidak hanya berkaitan dengan aspek nilai estetika dan rasa. Seni tari sebagai salah satu cabang seni pertunjukkan, dapat digunakan sebagai wahana untuk membangun nilai-nilai sosial-budaya di tengah masyarakat. Bentuk-bentuk seni pertunjukan yang ada sesungguhnya mencerminkan kondisi sosial budaya masyarakat di jamannya.
Di era 1955 sampai 1959 misalnya, papar Ibu Julian, bangsa ini membutuhkan tari nasional untuk mengungkapkan rasa nasionalisme di berbagai bidang. Pidato Bung Karno tentang Manipol-USDEK, salah satunya berkaitan dengan aspek kepribadian nasional. Salah satunya dikaitkan dengan bentuk fisik berkesenian, yaitu seni tari. Bung Karno yang kurang suka menjalin hubungan lebih akrab dengan AS, mendeskripsikan musik rock and roll yang saat itu mewabah di kalangan generasi muda sebagai musik ngak ngik ngok.

Ada keinginan untuk merumuskan identitas kebudayaan nasional. Salah satunya dengan cara ,mengangkat Tari Serampang Duabelas menjadi tari nasional. Tari Serampang Duabelas merupakan tarian tradisional Melayu yang berkembang di bawah Kesultanan Serdang. Tarian ini diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an dan digubah ulang oleh penciptanya antara tahun 1950-1960. “Sejak itu, Tarian Serampang Dua Belas populer di seluruh Indonesia. Setelah Soekarno mundur, tarian tersebut tidak berkembang. Sekarang mulai dikembangkan lagi sedikit demi sedikit…., “ katanya. (Teguh Apriliyanto).

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: