Percakapan Blog

Just another WordPress.com weblog

Forum PERCAKAPAN XXIII – Manajemen Energi

Ambisi mengenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia tanpa adanya kebijakan pengelolan energi yang tepat adalah kemustahilan. Peningkatan ketahanan energi penting untuk mensukseskan pembangunan nasional. Masyarakat harus memiliki akses energi, dalam arti dapat memperoleh energi di setiap saat dalam berbagai bentuk, cukup kuantitasnya, harga terjangkau, dan tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup.

Mengingat betapa strategisnya peran migas, tidak heran bila diskusi soal migas, khususnya BBM (Bahan Bakar Minyak) tentu akan menyita perhatian berbagai kalangan. Kondisi itu pula yang terjadi pada “Forum Percakapan” yang digelar di Lounge Daya Dimensi Indonesia di Kompleks Mega Kuningan Jakarta pada 21 Februari 2011. Dua pembicara tamu hadir pada kesempatan ini, yaitu Bapak Prof. Widjajono Partowidagdo – Wakil Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral dan Presiden Direktur PT Energy Management Indonesia (EMI) Persero. EMI, Bapak Gannet Potjowinoto. Diskusi pun berlangsung panas. Atmosfir diskusi berlangsung hangat, bahkan untuk beberapa bagian berlangsung panas. Maklum, “Forum Percakapan” kali ini momentnya berdekatan dengan kebijakan pemerintah yang berencana menaikan harga BBM.

Prof. Widjajono Partowidagdo menyatakan masalah energi di Indonesia lebih disebabkan belum berkembangnya energi terbarukan, karena kurangnya investasi pemerintah terhadap sektor migas akibat terkurasnya anggaran negara untuk biaya subsidi energi. Biaya subsidi semakin membangkak ketika harga minyak mentah terus merangkak naik di atas 100 dolar per barel. Padahal, Indonesia saat ini sudah tercatat sebagai pengimpor minyak, Inilah yang melatarbelakangi rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM .” Brazil itu berhasil karena BBM-nya tidak disubsidi, sehingga ada uang untuk investasi. Disparitas harga minyak tidak terlalu tinggi sehingga ada untuk inovasi. Jadi orang Brazil ini pinter,” ujarnya.
Guru Besar Institut Teknologi Bandung yang bangga disebut pendidik sejak 1976 hingga sekarang menjelaskan perlunya otak dan hati untuk memajukan energi terbarukan itu. “Terbarukan itu perlu otak tetapi juga yang diperlukan hati. Kalau tidak punya otak maka tidak punya akal, tapi kalau tidak punya hati maka tidak punya moral,” jelas anggota Dewan Energi Nasional sejak 2004.
Prof. Widjajono saat ini menjadi penasehat sejumlah organisasi ini, antara lain: Asosiasi Perusahaan Migas (Aspermigas) dan Kaukus Migas Nasional, Ikatan Ahli Perminyakan (IATMI), dan Alumni Teknik Perminyakan ITB. Menurutnya, ada beberapa masalah ketahanan energi saat ini yang perlu menjadi perhatian, yakni: (1) Peran BBM masih mendominasi bauran energi primer nasional namun cadangan makin terbatas, (2) Kebutuhan energi terus meningkat secara signifikan, (3) Harga minyak bumi yang saat ini telah melewati US$ 100/barel sedangkan asumsi harga minyak APBN 2011 sebesar US$ 80/barel, (4) Pemanfaatan energi di masyarakat cenderung boros, (5) Adanya potensi gangguan pasokan energi dalam negeri akibat adanya kontrak ekspor jangka panjang, dan (6) subsidi energi fosil telah membebani APBN.

Presiden Direktur PT Energy Management Indonesia EMI Indonesia (Persero), Bapak Gannet Potjowinoto selaku pembicara kedua menegaskan pentingnya efisiensi energi di masyarakat, khususnya di perusahaan dan pabrik. Anjuran Bapak Gannet tentu ada dasarnya karena ia telah berkecimpung dalam perusahaan yang bergerak dalam bidang konservasi energi. Sebelum menjadi Presdir PT EMI, sejak 1999 sampai 2004, Pak Gannet telah menduduki posisi Direktur Operasi.

Sejak 2004 sampai sekarang menjadi Presiden Direktur PT Energy Management Indonesia EMI Indonesia (Persero). Setelah bekerja di perusahaan IPTN Bandung (1984), Gannet membangun karier di IBM Indonesia sampai 1991 pada posisi Product Manager dan dipromosikan menjadi Regional Products Manager di Singapura (1991). Sebelum menjabat sebagai Presdir PT EMI, karier lulusan IPMI Jakarta (1993) dan Northrop University Los Angeles (1984) ini terus berkembang di PT Surveyor Indonesia, dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Operasi dari 1999-2004.

PT. EMI (Persero) dahulu dikenal sebagai PT. Koneba (Persero). Badan Usaha Milik Negara yang didirikan pada tahun 1987, bergerak dalam bidang konservasi dan manajemen energi. Dari tahun ke tahun kami PT EMI telah bnyak membantu pihak pemerintah, BUMN dan swasta dalam kegiatan konservasi energi, manajemen energi dan diversifikasi energi. Pelaksanaan kegiatan usaha tersebut, papak Pak Gannet. dilakukan oleh tenaga-tenaga terlatih yang profesional dibidangnya serta didukung peralatan-peralatan yang memadai sesuai kebutuhan. “Akumulasi pengalaman kami diberbagai sektor di masyarakat dan di industri banyak memberikan nilai tambah dalam implementasi usaha kami melaksanakan tugas-tugas konservasi, manajemen dan diversifikasi energi,” ujarnya. (Teguh A) ***

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: